BKGN ke 9 / 2018 berakhir dengan Sukses. www.hangtuah.ac. id.

BKGN ke 9 / 2018 berakhir dengan Sukses. www.hangtuah.ac. id.

Hasil kerja keras Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bersama Pepsodent dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) serta Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) dalam menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) yang ke 9 tahun 2018 di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Nala Husada UHT Keputih Surabaya akhirnya terbayarkan dengan sukses. Sabtu, 3 November 2018.

Menurut Dekan FKG UHT drg. Lita Agustia, M.H., Kes. selaku Penasehat kegiatan acara BKGN, dirinya telah melibatkan 200 (Dua Ratus) personel, terdiri dari 74 (Tujuh Puluh Empat) personel dokter Gigi aktif, dan 48 (Empat Puluh Delapan) dokter Gigi, alumni FKG UHT yang telah menyebar ke seluruh pelosok penjuru tanah air Indonesia, yang sengaja di datangkan ke lokasi acara untuk berpartisipasi, serta melibatkan 78 mahasiswa tingkat profesi kedokteran gigi FKG UHT Surabaya.

Menurutnya kegiatan BKGN 2018 yang berlangsung selama 3 (Tiga) hari, barusan usai. Dan timnya telah mampu menjaring sejumlah 1850 pasien Umum, dewasa 836 dan anak anak 973 serta melibatkan yayasan anak berkebutuhan khusus dari YPAC 16 dan YPAB 25 anak.

Dalam kesempatan acara jumpa Pers, di hadapan sejumlah wartawan yang hadir dilokasi kegiatan, Dekan FKG UHT memberikan tips solusi kaitan dengan Tema yang di usung : “Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari resiko gula tersembunyi”.

“Sudah sangat tepat bila kegiatan BKGN yang diselenggarakan FKG UHT kali ini diperuntukkan kepada masyarakat luas, menurut drg. Lita Agustia, saat ini sudah banyak makanan yang tidak manis manis akan tetapi mempunyai kandungan Karbohidrat yang sangat tinggi. Dan makanan ini sudah banyak dikosumsi oleh kalangan masyarakat luas, terutama masyarakat Jawa Timur. Contoh nyata kuliner Rujak Cingur dan Lontong Balap. “

“Dua kuliner ini menyimpan bahan baku penyebab terjadinya Gigi berlubang (Karies) tersembunyi, Bahan baku adonan Petisnya yang dipakai dan diolah, merupakan sumber Gula yang tersembunyi, dan tidak menutup kemungkinan hal ini terjadi di makanan ringan lainnya yang sering dikudap oleh keluarga, diantara nya: Roti, Risoles, Lemper dll.”

Lanjut Laksamana bintang satu purnawirawan ini, “Pembentukan Gigi berlubang (Karies) dalam ilmu kesehatan gigi melibatkan 4 (Empat) factor utama mata rantai berkait: 1. Host (Gigi), 2. Substran (Makanan), 3. Micro Organisme dan 4. Waktu. Dan bila salah satu dari 4 faktor tersebut tidak ada, maka sudah pasti tidak akan terjadi adanya gangguan klinis kasus Gigi berlubang (Karies).”

 “Dari ke 4 (Empat) factor mata rantai terjadinya proses pembentukan Karies akan dapat di putus, bila kita rajin melakukan aktifitas rutin dengan Menyikat Gigi pada pagi hari setelah Sarapan pagi, dan Malam hari sebelum istirahat tidur, dengan menggunakan Pasta Gigi yang mengandung Fluoride, serta di anjurkan 6 (Enam) bulan sekali aktif berkonsultasi ke dokter gigi”.   

Untuk acara BKGN 2018 tahun ini, panitia FKG UHT sengaja menarik minat anak anak untuk mendekati arena acara, dengan tujuan akhir panitia akan melakukan education pada anak anak cara merawat dan memelihara gigi agar sehat dan bersih dan terhindar dari Karies, Panitia sengaja menyisipkan satu agenda acara khusus Lomba Mewarnai dan acara Fashion Show untuk mereka.

Adapun pemenang lomba juara Fashion Show tingkat perorangan anak, Juara I Rr. Antoinette, Juara II Salsabilla dan Juara III Willie. Dan sebagai pemenang lomba mewarnai gambar, Juara I Keysha Jullie An Zahro, TK Annur Simomulyo Surabaya. Juara II Diajeng Azalia, TK. Al Wahyu, Surabaya, Juara III Khanza Jaursa, TK. Arrohmah Surabaya dan Pemenang Harapan I Cielo, TK. Permata Bangsa, Harapan II Dio Alif Saputro, TK. Bina Tunas Bangsa Surabaya dan Harapan III Mahir, TK ITS Surabaya.     ks.humas@uht.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *