Tradisi Upacara Pedang Pora Pelaut. www.hangtuah.ac.id.

Tradisi Upacara Pedang Pora Pelaut alumni PDP UHT. www.hangtuah.ac.id.

Minggu, 10 Maret 2019, Sebagai bentuk perwujudan dan kepedulian penghormatan serta dukungan moral Taruna Yunior kepada Seniornya, sejumlah 20 (Dua Puluh) personel Taruna Pelayaran, Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya dari Program Diploma Pelayaran (PDP) tingkat II semester IV, dengan pendamping Kepala Pusat Pembinaan Mental, Moral dan Samapta Taruna PDP, Letkol TNI (Purn) H. Budi Priyono, S.Sos,. M.M baru baru ini telah melakukan acara tradisi Pelaut Upacara Pedang Pora di kediaman mempelai pengantin Putra, Capt. Bagus Ardian  A. Md. Trans,  ANT III, Perwira Mualim II kapal Cargo Taiwan, alumni Taruna Nautika PDP UHT angkatan 2010, di aula Gedung Balai Desa Ngantru Tulungagung Jawa Timur.

Pedang Pora adalah konotasi dari lambang perwujudan dari sebuah bangunan Gapura yang terbuat dari pedang berjajar rapi posisi terhunus ke atas dan diperagakan oleh 20 barisan Taruna PDP secara berhadap hadapan.

Dengan mengenakan ciri khas pakaian kebesaran Dinas Upacara putih putih dan berpedang terhunus keatas berjajar berhadap hadapan dengan posisi berdiri tegak lurus membentuk lorong jalan piramida untuk dilewati bersama oleh kedua mempelai pengantin Capt. Bagus Ardian  A. Md. Trans,  ANT III Perwira Mualim II dengan Dina Emilia Farida, S.Tr.Kes putri dari pasangan H. M. Ridwan dan Hj. Siti Azariyah dari Surabaya.

Menurut Kepala Pusat Pembinaan Mental, Moral dan Samapta Taruna PDP, Letkol TNI (Purn) H. Budi Priyono, S.Sos,. M.M sekaligus didapuk sebagai Irup Pedang Pora, ‘” Guna pemantapan untuk menjadi keluarga besar Perwira Pelaut Indonesia, seorang Perwira Pelaut untuk memasuki bahtera kehidupan rumah tangga barunya dan sekaligus akan mengakhiri masa lajangnya, yang bersangkutan sebagai suami dan Istri diharuskan melewati dahulu tradisi acara upacara Pedang Pora yang telah disiapkan oleh kesatuannya sesama Perwira Pelaut.”

“Ini demi untuk memantapkan arti kehidupan berumah tangga bagi mempelai berdua, juga untuk menanamkan rasa kekeluargaan yang mendalam dengan keluarga sesame Perwira Pelaut lainnya, serta diharapkan akan dapat mencerminkan kehidupan baru yang harmonis dan kompak antar Perwira Pelaut satu sama lainnya baik didalam kedinasan sehari hari maupun didalam kehidupan bermasyarakat”. ks.humas@uht.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *