Mitra Nelayan Gillnet Bulak Surabaya dapat hibah alat Atraktor berbasis Gelombang Bunyi dari UHT Surabaya. www.hangtuah.ac.id.

Mitra Nelayan Gillnet Bulak Surabaya dapat hibah alat Atraktor berbasis Gelombang Bunyi dari UHT Surabaya. www.hangtuah.ac.id.

Jumat, 14 Juni 2019. Program Studi Perikanan Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK) Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bekerjasama dengan Ristekdikti dan mitra kelompok Nelayan Tradisional Indonesia mengimplementasikan program Tridharma perguruan tinggi, melalui kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada kelompok mitra nelayan Gillnet yang berada di lokasi Kecamatan Bulak Surabaya, Jawa Timur.

Dengan mengusung tema  “Penggunaan Atraktor Berbasis Gelombang Bunyi pada Alat Tangkap Jaring Insang, Untuk Meningkatkan Jumlah Hasil Tangkapan”. Dua orang nara sumber dan pendamping kepelatihan di lokasi desa nelayan Bulak, Nurul Rosana, Sp, MT dan Suryadhi, ST, MT, mereka berdua adalah Dosen Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK) UHT, dalam kesempatannya kepada redaksi mengatakan, “ Bahwa Perwakilan 15 (Lima Belas) orang nelayan yang dibinanya pada saat ini, masing masing telah diberikan satu set hibah alat system bantu pemanggil ikan elektronika dengan sinyal bunyi bunyian, serta mereka para nelayan yang hadir diberikan langsung teknik panduan cara cara efektif dalam mengoperasionalkan alat bantunya.

Lima Belas orang nelayan ini, mereka adalah sebagai tim aju dari rekan seprofesi nelayan lainnya dalam mendapatkan pengetahuan dan kepelatihan dari tim Peneliti dan Pengabdian Masyarakat FTIK-UHT Surabaya, untuk selanjutnya mereka bisa ikut memandu dan membantu meneruskan informasi ilmu yang telah didapatkannya selama ini kepada teman sejawat profesi nelayan lainnya.

Acara kegiatan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Nelayan Gillnet Bulak Surabaya, dibuka resmi oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UHT Dr. Ir. Ninis Trisyani, MP., mewakili Rektor Universitas Hang Tuah Surabaya Dr. Ir. Sudirman. S.IP., SE., M.AP., M.H.

Menurut Ninis: “ Dengan berangsur angsur dan secara perlahan menerapkan Iptek kepada masyarakat nelayan, dirinya berharap: kedepannya masyarakat nelayan akan berangsur angsur paham akan Internet of Things (IOT) “ dan peralatan yang telah dihibahkan kepada nelayan akan dapat ikut membantu kemudahan nelayan dalam meningkatkan pendapatan ikannya dan kelancara fungsi alat dibagikannya akan selalu dimonitor serta di evaluasi berkelanjutan hasil dan fungsi optimalnya oleh tim. “ ks.humas@uht.

.