Tiga Puluh Tiga dokter gigi baru angkatan 60/2020 Universitas Hang Tuah di ambil Sumpahnya

Tiga Puluh Tiga dokter gigi baru angkatan 60/2020 Universitas Hang Tuah di ambil Sumpahnya  www.hangtuah.ac.id

Rabo, 11 Maret 2020. Untuk dapat menyandang gelar profesi baru sebagai dokter gigi, 33 (Tiga Puluh Tiga) orang Sarjana kedokteran gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya diambil sumpahnya oleh Dekan FKG Laksma TNI (Purn) drg. Lita Agustia., M.H.Kes. di Gedung Graha Samudra Ganesa (GSG) P. Benggala. Kampus Laut Biru UHT, Keputih Sukolilo Surabaya.

Di hadapan seluruh undangan yang hadir pada acara Sumpah dokter gigi baru angkatan 60, Dekan FKG UHT menyampaikan “ Ke Tiga Puluh Tiga dokter gigi baru ini telah selesai melalui Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh Panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi dokter gigi periode I tahun 2020 dan dinyatakan Lulus pada tanggal 13 Februari 2020, berdasar Surat Keputusan Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi dokter gigi nomor 054/ Kep / UKMP2DG / II-2020 tentang pengumuman hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi dokter gigi periode I tahun 2020 “.

Dekan FKG secara pribadi dan atas nama Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah mengucapkan selamat atas keberhasilan para rekan sejawat dokter gigi baru, dan mulai saat ini lulusan telah menjadi kawan sejawat yang mana sebelumnya mereka adalah para pendidik anda semua, lebih lanjut Dekan berharap “ Kedepannya para lulusan agar segera menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya di tengah tengah masyarakat nanti, dengan berharap  lulusan akan tetap bisa menjaga nama baik almamater serta etika sebagai dokter gigi, dan akan tetap santun terhadap Orang Tua dan Pendidik yang telah bertahun tahun mendidik dan membimbing.

Berusahalah selalu meng Update diri dengan meningkatkan pengetahuan Ilmu Kedokteran gigi melalui kepelatihan, Seminar ataupun Workshop dan peningkatan Spesialis / S2 sesuai dengan profesi dan Undang Undang praktek Kedokteran RI no 29 tahun 2004. Rekan sejawat dokter gigi alumni UHT, di luar haruslah selalu siap untuk bersaing dengan dokter gigi asing, dengan dibukanya kebijakan keterbukaan akses informasi globalisasi oleh pemerintah Indonesia saat ini, memungkinkan akan terbuka lebar pintu bagi para tenaga asing dokter gigi yang akan berusaha untuk melakukan persaingan praktik usaha di Indonesia”. 

Dekan juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para Dosen dan segenap pembimbing di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Nala Husada atas usaha kerasnya membantu suppoart pembimbingan, melatih dan mendorong calon kandidat mahasiswanya untuk tetap eksis semangat tidak luntur dan berserah diri dalam mengikuti uji kompetensi yang di laksanakan oleh tim uji Nasional, dengan harapan agar calon kandidat dokter gigi dapat segera menyelesaikan requarment secepatnya dan bisa lulus dengan tepat waktu.

Lanjut Dekan, terapkanlah keilmuan yang telah di dapat kepada masyarakat yang membutuhkan, tetap berkaryalah di daerah dan tempat yang betul betul sangat membutuhkan, ini untuk melatih dalam mengimplementasikan keilmuan yang sudah di dapatkan, jauhi zona kenyamanan agar dokter gigi baru dapat mendapatkan jawaban yang memuaskan dari  jawaban tantangan dari keilmuannya dengan rasa kepuasan batin sendiri.

Ini juga bisa membantu jawaban para orang tua dari mahasiswa atas pertanyaan nya pada Civitas Academika selama ini, kaitan ketidak nyamanan akan kelulusan putra putrinya dalam menempuh pada tahapan profesi dokter gigi, padahal SKG nya sudah di tempuh lancar 3.5 tahun.

Dalam tahapan pembelajaran pada jenjang Profesi kedokteran gigi menurut Dekan: “ instansinya menggunakan system pembelajaran “Chair Said Teaching”, dimana dokter gigi muda harus mahir dalam mengimplementasikan keilmuan yang di dapatkannya di saat masih dalam pembelajaran saat di akademiknya, dilanjutkan masuk ke jenjang Profesi, tuntutan melatih Skill dan ketrampilan, keluwesan tangan dalam penanganan kontak langsung dengan pasien sangatlah di perlukan sehingga dengan Skill ketrampilan dan keilmuannya saja tidaklah cukup, makanya ketrampilan dan keluwesan dalam penanganan pasien serta penguasaan alat alat sangatlah di perlukan, dan itu semua dapat mendorong dan menolong percepatan calon kandidat dokter gigi untuk dapat memudahkan mengikuti tahapan Uji seleksi Kompetensi yang diselenggarakan oleh Panitia ujian Nasional untuk Program Profesi dokter gigi, selain dukungan lain misalnya pencapaian akreditasi A dari fakultas kedokteran gigi UHT yang sudah lama di sandangnya.

Ucapan rasa terimakasih Dekan pun diberikan kepada Yayasan Nala, selaku Instansi Lembaga terkait pengelola universitas Hang Tuah, kepada Dosen,Tenaga Kependidikan, dan ucapan kepada kedua Orang Tua dokter gigi baru yang hadir, karena jasa merekalah keberadaan putra putrinya dapat belajar di UHT dengan lancar.

Ada Empat Dokter Gigi baru angkatan 60 yang berhasil mencapai prestasi tertinggi dalam IPK, diantara 29 teman sejawat kelulusan. Mereka adalah:

  1. drg. Joceline Setiawan (IPK. 3,70),
  2. drg. Clinton Sean Tjipta Joewana (IPK. 3,63),
  3. Drg. Asri Cahyadita Dwi Imaniar (IPK, 3.61),
  4. Drg. Herman Jaya Atmaja (IPK. 3.61)

Ke empatnya mendapatkan reward bingkisan prestasi dan penghargaan dari Dekan FKG dan perwakilan mitra kerja FKG, PT. Cobra Dental Indonesia Surabaya di berikan langsung oleh asisten area manager Bp. Fauzi.

Sambutan Rektor UHT, Dr. Ir. Sudirman.S.IP., SE., M.AP. MH, di hadapan tamu undangan dan dokter gigi baru, angkatan 60: “ Ini sebuah momentum prestasi yang besar, karena kelulusan ini di dapatkan dengan hasil jerih susah payah, dan awal pengambilan sumpah hari ini bukanlah akhir dari titik sebuah cita cita kelulusan, akan tetapi merupakan sebuah titik awal perjalanan panjang yang harus ditempuh untuk ke depan, sehingga masih banyak tantangan maupun hambatan kesempatan yang harus dilewati, dokter baru tidak boleh berdiam diri, penakut dan tidak adanya kepedulian, harus mampu keluar dari pemikiran Linier, keluar dari Zona Nyaman (Confort Zone), ini semata mata untuk pencapaian dan penggapaian sebuah cita cita dari dokter gigi baru ke jenjang tingkatan yang lebih tinggi lagi.”

“ Dengan berakhirnya masa pembelajaran di UHT saat ini, bukan berarti para dokter gigi baru harus berhenti untuk berkarya, akan tetapi teruslah tetap membuka wacana lembaran yang baru untuk tujuan kemanfaatan dalam berkarya di kehidupan masyarakat kelak.”

“ Aplikasikan dan terapkan ilmu yang sudah didapatkan di jenjang pendidikan selama ini kepada lingkungan masyarakat yang baru, karena kedatangan dokter gigi baru sudah ditunggu masyarakat dan keluarga, Update selalu ilmu dan teknologi baru yang berkaitan dengan kesehatan, sehingga dokter gigi baru tidak akan sampai ketinggalan info di dalam segala hal.”

Acara di akhiri dengan penyerahan ke 33 alumni Fakultas Kedokteran gigi Universitas Hang Tuah oleh Dekan FKG, kepada perwakilan Ketua Cabang PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Surabaya serta di teruskan dengan pemberian ucapan selamat oleh segenap undangan yang hadir kepada para dokter gigi baru dan kedua orang tua pendamping .

Hadir dalam acara Wakil Rektor (WR) I UHT Dr. Dian Mulawarmanti, drg.MS, Wakil Rektor II drg. Bambang Sucahyo, Sp.Ort, WR III UHT Ir. Sudyantoro Hadi, M.Si, Ketua Pengawas dan Pengurus harian Yayasan Nala, Dekan, Direktur PDP, Direktur Rumkit Gigi dan Mulut Nala Husada, Kasatker UHT, perwakilan Karumkital dr. Ramelan, Kalakesla TNI AL, perwakilan PDGI Cab Surabaya dan Orang Tua/ keluarga Dokter Gigi baru. ks.humas@uht.